Mengenai Saya

Foto saya
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Rabu, 04 April 2012

TEORI KEPERAWATAN MADELEINE LEININGER


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Madeleine Leininger (13 Juli 1925 di Sutton , Nebraska, Amerika Serikat ) adalah perintis teori keperawatan , pertama kali diterbitkan pada tahun 1961 [1] . kontribusi nya untuk teori keperawatan melibatkan diskusi tentang apa itu peduli. Terutama, ia mengembangkan konsep keperawatan transkultural , membawa peran faktor budaya dalam praktek keperawatan ke dalam diskusi tentang bagaimana terbaik hadir untuk mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan .

Dr Madeleine Leininger memegang gelar akademis berikut dan judul:

* PhD - Doctor of Philosophy (cultural and social Anthropology) PhD - Doctor of Philosophy (Antropologi budaya dan sosial)
 * LHD - Doctor of Human Sciences LHD - Dokter Ilmu Pengetahuan Manusia
 * DS - Doctor of Science DS - Dokter Sains
 * RN - Registered Nurse RN - Perawat Terdaftar
 * CTN - Certified Transcultural Nurse CTN - Perawat Transcultural Bersertifikat
 * FRCNA - Fellow of the Royal College of Nursing in Australia FRCNA - Fellow dari Royal College of Nursing di Australia
 * FAAN - Fellow American Academy of Nursing FAAN - Fellow American Academy of Nursing

Leininger Madeline adalah seorang antropolog perawat perintis. Menjabat dekan dari University of Washington, Sekolah Keperawatan pada tahun 1969, dia tetap dalam posisi itu sampai 1974. janji nya mengikuti perjalanan ke New Guinea pada tahun 1960 yang membuka matanya untuk kebutuhan perawat untuk memahami 'pasien dan latar belakang budaya mereka dalam rangka untuk menyediakan perawatan. Dia dianggap oleh beberapa orang sebagai "Margaret Mead keperawatan" dan diakui di seluruh dunia sebagai pendiri keperawatan transkultural, sebuah program yang dia menciptakan di Sekolah pada tahun 1974. Dia telah menulis atau menyunting 27 buku dan mendirikan Journal of Transcultural Perawatan untuk mendukung penelitian Transcultural Keperawatan Society, yang ia mulai tahun 1974.
Teman-halaman web Leininger Dr sekarang diletakkan di forum diskusi. Dr Leininger telah menyediakan download dan jawaban atas berbagai pertanyaan umum. Dewan pengguna didorong untuk mengirim pertanyaan untuk forum diskusi tentang keperawatan transkultural, teori, dan risetnya.  Dr Leininger senang membantu mahasiswa dan dia menanggapi pertanyaan sebagai izin waktunya. Dewan pengguna juga didorong untuk merespon satu sama lain.
Dr Leininger telah menyediakan bahan berikut yang dapat didownload pada forum diskusi: Enabler Sunrise (Sunrise Model), Paket Informasi tentang Dr Leininger, Informasi tentang Leininger's 2005 Dr Awards Terobosan dan Beasiswa, Surat Terbuka untuk Perawat dengan Informasi Kontak.
Madeleine Leininger adalah pendiri gerakan Transcultural Keperawatan di seluruh dunia  Dia tetap sebagai salah satu penulis paling produktif keperawatan dan otoritas terkemuka di seluruh dunia dalam bidang perawatan budaya.

Pendidikan Madeliene M. Leininger
Tahun 1948 lulus dari St. Anthony·s School of Nursing, Denver, CO.
Tahun 1950 mendapat BSN dari Benedictine College, Atchison, KS.M.
Tahun 1953 memperoleh MSc Keperawatan dari Catholic University, Washington, DC.
Tahun 1965 mendapat gelar PhD dalam Antropology dari University of Washington, Seattle.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konsep teori medeleine leininger
Pada akhir 1970 ² an medeleine leininger membuat model konseptual tentang pemberian traskultural. Konsepnya ´sunrise modelµ di publikasikan di berbagai buku dan artikel jurnal dan menarik banyak perhatian dari berbagai penjuru dunia (leninger, 1984). Yang kemudian diakui public pada tahun 1998.  Setelah menyelesaikan pendidikanya sebagai perawat  psikiatrik, leninger melanjutkan studinya di bidang antropologi cultural. Hal ini menghasilkan di kembangkannya konsep kerangka kerja pemberian asuhan transkultural, yang mengakui adanya perbedaan (diversitas), dan persamaan (universalitas) dalam pemberian asuhan di budaya yang berbeda.
Beberapa inti dari model teorinya
1. Asuhan membantu, mendukung atau membuat seorang atau kelompok yang memiliki kebutuhan yang memiliki kebutuhan  nyata agar mampu memperbaiki jalan hidup dan kondisinya.
2. budayadiekspresikan sebagai norma  norma dan nilai nilai kelompok tertentu
3. Asuhan transkulturalperawat secara sadar mempelajari norma norma nilai nilai dan cara hidup budaya tertentu dalam rangka memberikan bantuan dan dukungan dengan tujuan untuk membantu individu mempertahankan tingkat kesejahteraanya
4. Diversitas asuhan kulturalKeanekaragaman asuhan kultural mengakui adanya variasi dan rentang kemungkinan tindakan dalam hal memberikan bantuan dan dukungan
5. Universsalitas asuhan kulturalasuhan kultural merujuk pada persamaan atau karakteristik universal, dalam hal memberikan bantuan dan dukungan

B.     Hubungan model dan paradigm keperawatan
· MANUSIA :seseorang yang diberi perawatan dan harus diperhatikan kebutuhannya
· KESEHATAN :konsep yang penting dalam perawatan transkultural
· LINGKUNGAN : tidak didefinisikan secara khusus, namun jika dilihat bahwa telah terwakili dalam kebudayaan, maka lingkungan adalah inti utama dari teori M. Leininger
· KEPERAWATAN :Beliau menyajikan 3 tindakan yang sebangun dengan kebudayaan klien yaitu Cultural care preservation, accomodation dan repatterning

C.    Perbedaan budaya menurut  Leininger

·      PRESERVASI ASU HAN KUL TU RAL
Preservasi asuhan cultural berarti bahwa keperawatan melibatkan penghargaan yang penuh terhadap pandangan budaya dan ritual pasien serta kerabatnya.
·         ADAPTASI ASUHANK UL TUR AL
Bertentangan dengan preservasi asuhan kultural, adaptasi asuhan kultural melibatkan negosiasi dengan pasien dan kerabatnya dalam rangka menyesuaikan pandangan dan ritual tertentu yang berkaitan dengan sehat, sakit, dan asuhan.
·         REKONST RU KSI ASU HAN KUL TU RAL
Rekonstruksi asuhan kultural melibatkan kerjasama dengan pasien dan kerabatnya dalam rangka membawa perubahan terhadap perilaku mereka yang berkaitan dengan sehat, sakit, dan asuhan dengan cara yang bermakna bagi mereka.

D.    HUBUNGAN TEORI MODEL Leininger DENGAN KONSEP CARING
Caring dalam keperawatan adalah fenomena transkultural dimana perawat berinteraksi dengan klien, staf dan kelompok lain. Leininger menggunakan metode ethnomethods sebagai cara untuk melakukan pendekatan dalam mempelajari µcareµ karena metode ini secara langsung menyentuh bagaimana cara pandang, kepercayaan dan pola hidup yang dinyatakan secara benar .

E.     ALASAN UTAMA MEMPELAJARI CARING
·         Konsep careµ muncul secara kritis pada pertumbuhan,perkembangan,& kemampuan bertahan makhluk hidup.
·         Mengerti secara menyeluruh aturan pemberian & penerima pelayanan pd kultur yg berbeda.
·         Careµ adlh studi untuk memenuhi kebutuhan yg esensial untuk proses penyembuhan kelompok.

F.     Hubungan teori  Leininger dengan konsep holism
Perawat perlu melakukan asuhan kep secara menyeluruh/holistic care, karena objek kep adalah manusia yg merupakan individu yg utuh shg harus dilakukan secara menyeluruh.
Perbedaan asuhan kep menyeluruh berfokus memadukan berbagai praktek & ilmu pengetahuan ke dalam satu kesatuan asuhan. Sedangkan asuhan holistic berfokus pd memadukan sentiment kepedulian dan praktek perawat yg bertujuan meningkatkan kesejahtraan pasien.

G.    Hubungan teori  Leininger dengan konsep  humanism
Tindakan keperawatan mengacu pd pemahaman hubungan sehat,sakit,dan perilaku manusia. Perawatan manusia membutuhkan perawat yg memahami prilaku & respon manusia terhadap masalah kesehatan. Perawat juga harus bias memberikan kenyamanan , perhatian dan empati kpd pasien & keluarganya. Hubungan konsep ini bahwa memberikan pelayanan kesehatan pd klien dgn memandang klien sbg individu sbg personal lengkap dgn fungsinya.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Teori Madeleine Leininger menyatakan bahwa kesehatan dan care dipengaruhi oleh elemen- elemen beerikut yaitu: Struktur sosial seperti teknologi, kepercayaan dan factor filosofi , sistem sosial, nilai-nilai cultural , politik dan factor-faktor legal, factor ²faktor ekonomi, dan factor-faktor pendidikan . Faktor sosial ini berhubungan dengan konteks lingkungan, bahasa dan sejarah etnis, masing-masing sistem ini merupakan bagian struktur sosial.Pada setiap kelompok masyarakat ; pelayanan kesehatan , pola-pola yang ada dalam masyarakat daan praktek-praktek yang merupakan bagian integral dari aspek-aspek struktur sosial (Leineinger dan MC Farland 2002).
Dalam model sunrisenya Leineinger menampilkan visualisasi hubungan antara berbagai konsep yang signifikan. Ide pelayanan dan perawatan (yang dilihat Leineinger sebagai bentuk tindakan dari asuhan ) merupakan inti dari idenya tentang keperawatan. Memberikan asuhan merupakan jantung dari keperawatan. Tindakan membantu didefinisikan sebagai prilaku yang mendukung. Menurut Leininger bantuan semacam itu baru dapat benar-benar efektif jika latarbelakang budaya pasien juga dipertimbangkan, dan bahwa perencanaan dan pemberian asuhan selalu dikaitkan dengan budaya.

1 komentar: