Mengenai Saya

Foto Saya
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Inspirator

Rabu, 04 April 2012

TEORI KEPERAWATAN DOROTHY JOHNSON


A.    BIOGRAFI DOROTHY JHONSON
Marie Dorothy Johnson (b. 19 Desember 1905 - d. November 11, 1984) adalah seorang penulis Amerika yang paling terkenal untuk fiksi Barat. Awal kehidupan
Dorothy Marie Johnson lahir tahun Mc
Gregor, Iowa, putri hanya Eugene Johnson (20 Desember 1870 - 13 Desember 1915) dan Mary Louisa Johnson (Barlow née, Desember 30,1879 & ngsgdd posisi kepala kehormatan seumur hidup Whitefish tentang polisi.Hal itu sementara ia masih menjadi mahasiswa di Whitefish High School bahwa ia memulai karir profesionalnya menulis: Dia bekerja sebagai wartawan untuk The Daily Inter Lake, sebuah surat kabar di Kalispell, Montana, empat belas mil sMontana koran Hall of Fame </ ref> Profesional kehidupan Tulisannya karir mulai lepas landas dengan tahun 1930-an, ketika ia menjual artikel majalah pertamanya untuk The Saturday Evening Post untuk jumlah sebesar $ 400. Pada tahun 1935, ceritanya "Beulah Bunny" telah diterbitkan dan mulai serangkaian empat cerita. Tulisannya sementara teralihkan oleh Perang Dunia II ia pergi bekerja untuk Warden Air Service. Setelah perang, ia menghasilkan beberapa cerita yang paling terkenal nya Barat. Ini termasuk Man The Who Shot Liberty kelambu (1949), A Man Called Horse (1950) dan The Hanging Tree (1957). Ketiga cerita kemudian akan dibuat menjadi film terkenal [1] Antara 1956-1960., Johnson mengajar menulis kreatif di Montana State University di Missoula, Montana (kemudian berganti nama menjadi University Of Montana). Sebelum dan selama karirnya, ia menulis banyak artikel dan cerita-cerita fiksi untuk majalah yang berbeda. Banyak ceritanya didasarkan pada wawancara dengan Western tua-timer, Indian Amerika dan karakter ia bertemu selama karirnya sebagai sekretaris dan peneliti untuk The Montana Historical Society. Dia juga sekretaris / manajer Montana Press Association pada tahun 1950. Honors Pada tahun 1957, Penulis Barat Of America memberikan yang penghargaan yang tertinggi, Spur Award, untuk cerita pendek, Lost Suster. Pada tahun 1959, ia dibuat anggota kehormatan Suku Blackfoot. Pada tahun 1976, Penulis kembali mendapatkan nya Levi Strauss Golden Award Saddleman, untuk membawa martabat dan kehormatan dengan sejarah dan legenda Barat. Pada tahun 2005, sebuah film dokumenter 30 menit terbuat dari hidupnya dengan Sue Hart, seorang Profesor Bahasa Inggris di Montana State University, Billings Upaya empat tahun ditulis dan co-diproduksi oleh Hart, bersama dengan produser Gene Bodeur, direktur Bill Bilverstone dan sutradara film Lansing Pemimpi. Margot Kidder meminjamkan suaranya untuk usaha. Saat itu berjudul Kerikil dalam dirinya Gut dan Spit dalam dirinya Eye, dan ditampilkan pada PBS pada bulan November 2005.Kematian Johnson selalu membanggakan diri kemandirian dirinya-setelah pernikahan dini gagal dalam hidup dan menyatakan bahwa batu nisan dia akan membaca "Disetor Penuh." kuburan nya di pemakaman di Whitefish, Montana berbunyi hanya "MODAL". Dia meninggal pada 11 November 1984, usia 78. [2]
B.     TEORI KEPERAWATAN MENURUT DOROTHY JHONSON
Teori Dorothy E. Johnson Dorthy E. Johnson meyakini bahwa asuhan keperawatan dilakukan untuk membantu individu memfasilitasi tingkah laku yang efektif dan efisien untuk mencegah timbulnya penyakit. Manusia adalah makhluk yang utuh dan terdiri dari 2 sistem yaitu sistem biologi dan tingkah laku tertentu. Lingkungan termasuk masyarakat adalah sistem eksternal yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Seseorang diakatan sehat jika mampu berespon adaptif baik fisik, mental, emosi dan sosial terjadap lingkunagn internal dan eksternal dengan harapan dapat memelihara kesehatannya. Asuhan keperawatan dilakukan untuk membantu kesimbangan individu terutama koping atau cara pemecahan masalah yang dilakukan ketika ia sakit. Menurut Johnson ada 4 tujuan asuhan keperawatan kepada individu, yaitu agar tingkah lakunya sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat, mampu beradaptasi terhadap perubahan fungsi tubuhnya, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain atau produktif serta mampu mengatasi masalah kesehatan yang lainnya.
   C. GAMBARAN MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN
1.      Konsep Perawatan Disiplin profesional dengan komponen ilmu dan seni yang berfungsi sebagai pengatur kekuatan luar dari sistem tingakah laku.
2.      Alasan Tindakan Perawatan Kegiatan perawatan berasal dari kebutuhan karena adanya ketidak stabilan atau diseguilibrium dalam keseimbangan sistem tingkah laku.
3.      Konsep Sehat Penolakan yang ditentukan oleh faktor psikologi yang memegang peran dari semua profesi kesehatan, keseimbangan status pergerakan yang mendorong terjadinya perubahan proses kesehatan yang menyeluruh.
4.      Konsep Lingkungan  Tidak dijelaskan dalam model, merupakan bagian external dari system tingkahlak
D. BHUBUNGAN ANTARA MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN DAN PROSESKEPERAWATAN

1.      Model Konseptual Keperawatan adalah suatu abstraksi yang dioperasikan dengan menggunakan proses keperawatan yang mencakup :
Pengkajian
Pengkajian data spesifik mengenai kebutuhan kesehatan klien yang langsung berhubungan dengan unit kedua model keperawatan yaitu klien. Misalnya teori Henderson, klien dipandang memiliki 14 kebutuhan dasar, maka data yang dikumpulkan juga tentang 14 kebutuhan dasar tersebut
2.      Diagnosa
Dalam tahap ini, masalah klien baik yang aktual maupun potensial ditulis sebagai suatu diagnosa keperawatan yang disesuaikan dengan model keperawatan yang digunakan.
3.      Perencanaan
Perencanaan intervensi keperawatan juga dikaitkan langsung dengan model konseptual keperawatan. Intervensi dengan menyesuaikan pada pola intervensi dari model konseptualyang digunakan.
4.      Implementasi
Melaksanakan rencana intervensi berdasarkan pengetahuan ilmiah yang bukan merupakan bagian dari model keperawatan. Model keperawatan menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh perawat yang langsung mempengaruhi intervensi keperawatan yang direncanakan, tetapi tidak menunjukkan pada perawat bagaimana menerapkan rencana itu
5.      Evaluasi
Evaluasi merupakan fungsi perawatan yang berlanjut.
a.       Bagaimana klien beradaptasi dan bereaksi
b.      Apa yang dipandang klien sebagai kebutuhan
c.       Bagaimana klien mencapai tujuan yang telah ditetapkan Jawaban dari pertanyaan  pertanyaan tadi akan membantu perawat menilai keefektifan dari proses perawat secara keseluruhan dan model keperawatan.

      E. KERANGKA KERJA MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN
          Sebagai organisasi profesi, agar dapat dikomunikasikan dengan disiplin ilmu yang lain maka perlu adanya kerangka kerja konseptual. Yang dimaksud kerangka kerja konseptual adalah cara melihat ( konseptualisasi ) terhadap mutu disiplin. Model konseptualisasi tersebut akan memberikan arah yang jelas terinci dalam area keperawatan yaitu praktek, pendidikan dan penelitian. Dibawah ini akan dijelaskan kerangka kerja model konseptual keperawatan menurut “ Dorothy E Johnson “ Model perilaku :
1.      Tujuan perawatan tercapainya keseimbangan prilaku dan stabilitas dinamis.
2.      Klien Mahluk yang mempunyai perilaku yang terdiri dari 8 subsistem : berkelompok, menghasilkan, ketergantungan, agresif, eliminasi, ingesti, restorasi, sexual.
3.      Peran perawat Mengatur dan mengawasi stabilitas perilaku dan keseimbangan
4.      Penyebab kesulitan klien Stress psikis atau fisik
5.      Fokus intervensi
a.                   Mekanisme pengawasan dan pengaturan
b.                   Kewajiban hidup
6.      Pola intervensi Memberi kemudahan, mencegah, mempertahankan, klien dalam menghadapi stress fungsi dan fisik
7.      Konsekuensi tindakan perawatan.

       F. APLIKASI MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN

              Perawat masa kini dituntut untuk menggunakan metode pendekatan pemecahan masalah ( problem solving approach ) didalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Metode ini dilaksanakan dengan cara menggunakan proses keperawatan dalam semua aspek keperawatan. Untuk dapat menerapkan proses keperawatan maka perawat harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan, tindakan diagnosa keperawatan, memformulasi rencana, dan melaksanakan tindakan keperawatan secara membuat evaluasi. Pengkajian merupakan langkah awal dalam proses keperawatan pengkajian fisik dalam keperawatan pada dasarnya dapat diperoleh dengan jalan : inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. Pengkajian fisik pada prinsipnya dikembangkan berdasarkan model keperawatan yang berfokus pada prinsipnya dikembangkan berdasarkan model keperawatan yang berfokus pada respon yang ditimbulkan pasien akibat adanya masalah kesehatan atau pengkajian fisik keperawatan harus mencerminkan diagnosa klien yang meliputi fisik / bio - psiko - sosio dan spiritual tindakan untuk mengafosinya.
Untuk mendeterminasi tujuan pengkajian fisik dari keperawatan kita harus yakin bahwa data yang akan kita kumpulkan benar - benar kita butuhkan dan kita mempunyai alternatif tindakan terhadap masalah yang muncul pada data tersebut. Tetapi bila pegkajian fisik tersebut bertujuan hanya untuk bahan laporan kepada tim medis yang lain ( dokter ) sebaiknya perawat menyerahkan bagian tersebut pada tim medis tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar